Kuliah Tak Gentar, sebuah gerakan yang di inisiasi oleh
Beastudi Etos dalam rangka proses advokasi, sosialisasi dan motivasi kepada
adik-adik SMA/Sederajat untuk melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih
tinggi (Kuliah). Gerakan ini mucul karena Beastudi Etos menyadari bahwasanya
banyak anak Indonesia yang mempunyai kemampuan luar biasa, namun enggan
melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi (Kuliah) di karenakan
keterbatasan Ekonomi. Terbukti dari jajak pendapat yang telah dilakukan, satu
dari lima lulusan SMA/Sederajat tidak dapat melanjutkan kuliah di Perguruan
tinggi, bukan karena tidak cerdas, melainkan karena masalah ekonomi.
Kuliah tak gentar adalah sebuah gerakan yang dalam
perjalanannya sering disebut “Etos Road to School” yang di singkat (ERtS). ErtS
di lakukan di setiap wilayah, dimana penerima manfaat tinggal, bahkan semangat
ini juga bukan hanya di rasakan di daerah tempat penerima manfaat tinggal,
namun juga d rasakan hingga kepelosok-pelosok negeri. Dengan menggunakan konsep
“Pulang Kampung dan Menebar Kebermanfaatan” para penerima manfaat membawa misi
besar di pundak.
Pada perjalanannya ErtS di Samarinda diawali dengan
“Launcing Panitia”. Dengan tidak di sangka-sangka saya di beri amanah untuk
menjadi ketua ErtS 2018 daerah Samarinda. Senang? Tentu saja tidak. Sebuah
kekhawatiran mengusik pemikiran. Apakah ‘ini’ akan mencapai target atau malah
menurun dari tahun sebelumnya. Tentu saja hal ini akan menguras waktu, tenaga
dan fikiran, bahkan juga perasaan (hati), dimana saatn menjalankannya, tidak
jarang tetesan air mata keluar begitu saja, entah karena marah ataupun lelah
dengan kondisi yang ada. Bagaimana tidak? Dimana tuntutan satu sekolah satu
etoser, terjadi gejolak yang besar menurut saya, dimulai dari tingginya ego
dari etoser, kekurangan kendaraan, hingga minimnya komunikasi antar panitia
inti dengan anggota, panitia inti dan panitia inti, hingga ketua panitia dengan
relawan.
Berbicara mengenai Relawan, adalah seseorang atau
kelompok lembaga yang mendaftarkan dirinya bersedia membantu,gerakan Kuliah Tak
Gentar, dengan hati yang ikhlas dan tanpa menerima sedikitpun dana dari Yayasan.
Alhamdulillah, saat pembukaan Pendaftaran ada dua puluh delapan relawan yang
mendaftar, namun dalam perjalanannya, banyak relawan yang membantu di masing-masing
zona. Berbicara mengenai relawan, dari dua puluh delapan yang mendaftar, tdak
sampai seperempat yang berpartisipasi, entah karena sibuk atau mundur tanpa
kejelasan. Mereka pergi begitu saja. Dari sini saya berlajar, jangan berharap
kepada makhluk, namun berharaplah hanya Kepada Allah.
Kembali kepada permasalahan internal dari Etoser itu
sendiri, saat Erts, sya merasa bahwa ada statmen “saat kamu sudah tidak di
asrma, tidak mengapa tidak mengikuti agenda, entah karena alasan PLL, Skripsi,
dan alasan-alasan lainnya” yang membenarkan statmen tersebut.. Semoga Allah
melancarkan segala urusan kaka-kakak di luar sana dan dapat memberikan contoh
yang lebih baik kedepannya.
Dibali kusah di atas, tersimpan suatu kebahagiaan yang
tidak bisa di beli dengan apapun, yaitu saat engkau melihat dengan langsung
pancaran semangat dari mata-mata penuh pengharapan dan tekat. Setelah saya berbagi cerita dan motivasi, hal
yang dulu juga saya rasakan saat mendengar informasi kuliah. Semangat yang
menggebu-gebu dan keyakinan dan tekat yang semakin kuat untuk kuliah. Itulah
yang saya liat dari pancaran mata mereka.
Dari pengalaman menjadi ketua disini, krap kali berfikir
untuk ‘berhenti’ bahkan untuk ‘pergi’kerpa menghampiri, namun satu hal yang
selalu tertanam di hati, yaitu “membanggakan orang tua di rumah dan menjadi
lebih baik dari sebelumnya, dari memimpin engkau juga engakau akan belajar,
bahwasanya semua yang kau rencanakan akan berjalan dengan lancar, saat itu
engkau tempa mmenjadi seorang yang bijak dalam mengambil keputusan. Amanah
terbebankan pada pundak-pundak yang semakin lelah, namun di saat bersamaan juga
membuat pundak itu semakin kokoh dan kuat”


Semangat Fitri
BalasHapus